Efektivitas Sediaan Mouthwash Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Hijau dan Daun Kemangi Terhadap Streptococcus Mutans
DOI:
https://doi.org/10.67721/jf.v1i1.18Keywords:
mouthwash, daun sirih hijau, daun kemangi, Streptococcus mutans, antibakteriAbstract
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang disebabkan oleh aktivitas bakteri, terutama Streptococcus mutans, yang berperan dalam pembentukan plak dan demineralisasi gigi. Penggunaan mouthwash berbahan herbal menjadi alternatif dalam mengurangi efek samping antiseptik sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan mouthwash kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan post test only control group design. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi yaitu F1, F2, dan F3. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran terhadap Streptococcus mutans dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambat F1 sebesar 0,73 ± 0,23 mm, F2 sebesar 1,70 ± 0,26 mm, F3 sebesar 3,33 ± 1,05 mm, sedangkan kontrol positif sebesar 4,67 ± 1,30 mm, dan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan efektivitas antibakteri antar kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa sediaan mouthwash kombinasi ekstrak daun sirih hijau dan daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
References
Ajizah, A. (2022). Sensitivitas Salmonella typhimurium terhadap ekstrak daun sirih (Piper betle L.). Bioscientiae, 19(1), 31–37.
Brooks, G. F., Carroll, K. C., Butel, J. S., Morse, S. A., & Mietzner, T. A. (2023). Jawetz, Melnick, & Adelberg’s medical microbiology (29th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Cowan, M. M. (2022). Plant products as antimicrobial agents. Clinical Microbiology Reviews, 35(1), 1–28.
Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Applied Microbiology, 22(4), 659–665.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Herbal Indonesia (2nd ed.). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Harborne, J. B. (1998). Phytochemical methods: A guide to modern techniques of plant analysis (3rd ed.). London: Chapman & Hall.
James, P., Worthington, H. V., Parnell, C., Harding, M., Lamont, T., Cheung, A., Whelton, H., & Riley, P. (2017). Chlorhexidine mouthrinse as an adjunctive treatment for gingival health. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3(3), CD008676.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kurniawan, D., & Sari, R. (2024). Aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak tanaman herbal terhadap bakteri rongga mulut. Jurnal Farmasi Indonesia, 21(2), 112–121.
Loesche, W. J. (1986). Role of Streptococcus mutans in human dental decay. Microbiological Reviews, 50(4), 353–380.
Nugraheni, D., & Handayani, F. (2023). Uji efektivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri rongga mulut. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 12(1), 45–53.
Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S. (2019). Dasar-dasar mikrobiologi (3rd ed.). Jakarta: UI Press.
Pratiwi, A., & Lestari, D. (2024). Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi terhadap bakteri patogen. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 20(1), 34–42.
Putri, N., Rahman, A., & Hidayat, F. (2023). Aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap bakteri penyebab karies gigi. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 9(2), 98–107.
Rahmawati, D., Sari, P., & Nugroho, H. (2024). Efektivitas kombinasi tanaman herbal sebagai antibakteri terhadap mikroorganisme rongga mulut. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 14(1), 67–75.
Robinson, T. (1995). The organic constituents of higher plants (6th ed.). London: Cordus Press.
Septiani, R., Anggraini, D., & Putra, M. (2022). Aktivitas antibakteri senyawa saponin pada tanaman herbal terhadap bakteri Gram positif. Jurnal Biologi Indonesia, 18(2), 115–123.
Sari, N., & Handayani, T. (2022). Aktivitas antibakteri ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Streptococcus mutans. Jurnal Farmasi Medica, 7(1), 21–29.
Takahashi, N., & Nyvad, B. (2016). The role of bacteria in the caries process: Ecological perspectives. Journal of Dental Research, 95(9), 1028–1035.
World Health Organization. (2022). Global oral health status report: Towards universal health coverage for oral health by 2030. Geneva, Switzerland: WHO.
World Health Organization. (2024). Oral health fact sheet. Geneva, Switzerland: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LENTERA PHARMASCIENCE: Pharmaceutical Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Unduh Template (Indonesia)
Download Template (English)