Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon Citratus) Konsentrasi 30%, 40%, dan 50% Terhadap Streptococcus Mutans

Authors

DOI:

https://doi.org/10.67721/jf.v1i1.22

Keywords:

daun serai, Cymbopogon citratus, antibakteri, Streptococcus mutans, in vitro
Received Date: 2026-06-29
Published Date: 2026-08-28

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Penggunaan antibakteri sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif bahan alami yang lebih aman dan efektif. Daun serai (Cymbopogon citratus) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti citral, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak daun serai terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorik dengan rancangan post test only control group design. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok I–IV sebagai perlakuan ekstrak daun serai pada berbagai konsentrasi dan kelompok V sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata diameter zona hambat pada kelompok I sebesar 4,51 ± 0,43 mm, kelompok II sebesar 5,54 ± 0,52 mm, kelompok III sebesar 6,55 ± 0,34 mm, kelompok IV sebesar 9,00 ± 0,55 mm, sedangkan kelompok V sebesar 0,00 ± 0,00 mm. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan ekstrak daun serai terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Disimpulkan bahwa ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan kelompok IV menunjukkan efektivitas penghambatan tertinggi.

References

Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, S. K. (2016). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6(2), 71–79.

Brooks, G. F., Carroll, K. C., Butel, J. S., Morse, S. A., & Mietzner, T. A. (2019). Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology (28th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Chaturvedi, P., & Dubey, N. K. (2010). Antimicrobial activity of essential oils from aromatic plants against oral pathogens. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 5(2), 45–50.

Dalimartha, S. (2009). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Harborne, J. B. (1998). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis (3rd ed.). London: Chapman & Hall.

Hidayat, S., & Napitupulu, R. M. (2015). Kitab tumbuhan obat. Jakarta: AgriFlo.

Jawetz, E., Melnick, J. L., & Adelberg, E. A. (2019). Medical Microbiology (28th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusmiyati, & Agustini, N. W. R. (2007). Uji aktivitas senyawa antibakteri dari mikroalga terhadap bakteri patogen. Jurnal Biodiversitas, 8(1), 48–53.

Loesche, W. J. (1986). Role of Streptococcus mutans in human dental decay. Microbiological Reviews, 50(4), 353–380.

Naik, M. I., Fomda, B. A., Jaykumar, E., & Bhat, J. A. (2010). Antibacterial activity of lemongrass (Cymbopogon citratus) oil against some selected pathogenic bacteria. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 3(7), 535–538.

Onawunmi, G. O. (1989). Evaluation of the antimicrobial activity of citral. Letters in Applied Microbiology, 9(3), 105–108.

Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S. (2008). Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid II. Jakarta: UI Press.

Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.

Rahmawati, F., Bintang, M., & Artika, I. M. (2014). Aktivitas antibakteri ekstrak herbal terhadap bakteri penyebab penyakit rongga mulut. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(2), 89–97.

Shah, G., Shri, R., Panchal, V., Sharma, N., Singh, B., & Mann, A. S. (2011). Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass). Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research, 2(1), 3–8.

Sastrohamidjojo, H. (2004). Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suwandi, T. (2016). Aktivitas antibakteri tanaman herbal Indonesia terhadap bakteri patogen. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 12(3), 155–162.

World Health Organization. (2022). Global Oral Health Status Report: Towards Universal Health Coverage for Oral Health by 2030. Geneva: WHO.

Published

2026-08-28

How to Cite

Fauzi, L. R., Sahira, H., & Nasri, R. P. (2026). Efektifitas Antibakteri Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon Citratus) Konsentrasi 30%, 40%, dan 50% Terhadap Streptococcus Mutans. PRADIPTA PHARMASCIENCE: Pharmaceutical Journal, 1(1), 58-70. https://doi.org/10.67721/jf.v1i1.22