Hubungan Lama Menderita DM dan IMT Dengan Kadar Hba1c

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.67721/cswwyy31

Kata Kunci:

Diabetes melitus tipe 2, lama menderita, IMT, HbA1c, kontrol glikemik
Received Date: 13-06-2026
Published Date: 28-07-2026

Abstrak

Pengendalian glikemik pada pasien DM tipe 2 dapat dievaluasi melalui kadar HbA1c yang mencerminkan rata-rata kadar glukosa darah selama dua hingga tiga bulan terakhir. Lama menderita diabetes dan indeks massa tubuh (IMT) diduga berhubungan dengan peningkatan kadar HbA1c akibat progresivitas penyakit dan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Bandar Lampung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Bandar Lampung pada bulan Agustus 2025. Populasi penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani pemeriksaan atau kontrol rutin di fasilitas pelayanan kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak [n] responden. Data diperoleh melalui rekam medis dan lembar observasi yang meliputi lama menderita diabetes, IMT, dan kadar HbA1c. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita diabetes dengan kadar HbA1c pada pasien DM tipe 2. Selain itu, terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar HbA1c, di mana pasien dengan IMT lebih tinggi cenderung memiliki kontrol glikemik yang lebih buruk. Lama menderita diabetes dan indeks massa tubuh (IMT) berhubungan dengan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Pengendalian berat badan dan monitoring kadar HbA1c secara berkala diperlukan untuk meningkatkan kontrol glikemik dan mencegah komplikasi diabetes.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

American Diabetes Association. (2023). Glycemic targets: Standards of medical care in diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Supplement_1), S97–S110.

American Diabetes Association. (2024). Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Supplement_1), S1–S350.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2022). Medical-surgical nursing: Clinical management for positive outcomes (11th ed.). Elsevier.

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Understanding A1C. U.S. Department of Health and Human Services.

Decroli, E. (2019). Diabetes melitus tipe 2. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). Brussels, Belgium: International Diabetes Federation.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana diabetes melitus tipe 2 dewasa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Magliano, D. J., Boyko, E. J., & IDF Diabetes Atlas Committee. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). Brussels: International Diabetes Federation.

Navisa, A. (2025). Pengaruh indeks massa tubuh terhadap kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(1), 55–63.

PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Prihantini, D., et al. (2026). Hubungan kadar HbA1c dengan pengendalian glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Contagion: Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health, 8(1), 15–24.

Putri, N. H. K., Isfandiari, M. A., & Mahmudiono, T. (2022). Hubungan obesitas dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada dewasa di Indonesia. Jurnal Berkala Epidemiologi, 10(2), 155–164.

Sagala, R., et al. (2024). Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. The Indonesian Journal of Medicine, 9(2), 120–128.

Smeltzer, S. C., Bare, B., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2022). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (15th ed.). Wolters Kluwer.

Soeatmadji, D. W., et al. (2023). Relationship between duration of diabetes and glycemic control among type 2 diabetes mellitus patients. Journal of ASEAN Federation of Endocrine Societies, 38(1), 45–53.

Soelistijo, S. A., Novida, H., Rudijanto, A., Soewondo, P., Suastika, K., Manaf, A., & Zufry, H. (2021). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI.

World Health Organization. (2024). Diabetes fact sheet. Geneva: World Health Organization.

Yosmar, R., Almasdy, D., & Rahma, F. (2022). Evaluasi pengendalian kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan nilai HbA1c. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 9(1), 12–20.

Zheng, Y., Ley, S. H., & Hu, F. B. (2018). Global aetiology and epidemiology of type 2 diabetes mellitus and its complications. Nature Reviews Endocrinology, 14(2), 88–98.

Unduhan

Diterbitkan

28-07-2026

Cara Mengutip

Alhaditssyah, M. H., & Sarasvaty, A. A. M. (2026). Hubungan Lama Menderita DM dan IMT Dengan Kadar Hba1c. LENTERA MEDIKA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 79-90. https://doi.org/10.67721/cswwyy31